Bulatan Sport – Lewis Hamilton gagal naik podium pada GP Amerika Serikat 2026 setelah finis keempat di Circuit of The Americas, Austin, Minggu (25/10/2026). Pembalap Ferrari itu menilai setelan mobil yang kurang tepat membuatnya kehilangan banyak waktu sejak awal balapan.
Hamilton hanya terpaut 1,030 detik dari Max Verstappen yang finis ketiga. Rekan setimnya, Charles Leclerc, justru menempati posisi kedua, sementara Kimi Antonelli memenangkan balapan untuk Mercedes.
Hasil tersebut memperlihatkan perbedaan kemampuan kedua pembalap Ferrari dalam memaksimalkan mobil mereka pada balapan putaran ke-18 F1 2026.
Masalah Keseimbangan Sudah Terasa Sejak Latihan
Ferrari menunjukkan kecepatan menjanjikan sepanjang sesi latihan di Austin. Leclerc mencatat waktu tercepat pada latihan Jumat, sedangkan Hamilton memimpin latihan terakhir pada Sabtu.
Namun, hasil kualifikasi tidak sebaik sesi latihan. Leclerc mengamankan posisi start keempat dan Hamilton kelima. Antonelli merebut pole position di depan dua pembalap Red Bull.
Baca Juga: Lando Norris Akui Kesalahan Usai Pelanggaran Track Limits di Kualifikasi F1 GP Amerika Serikat 2026
Hamilton kemudian menjelaskan bahwa pilihannya terkait setelan mobil belum tepat sejak Jumat. Menurutnya, arah perubahan pada latihan pertama dan kedua membuat Ferrari harus kembali mencari keseimbangan yang lebih baik menjelang sesi terakhir.
Leclerc sempat menjalani simulasi jarak panjang dengan setelan yang kemudian dinilai lebih baik. Hamilton tidak menjalani simulasi serupa, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk menguji konfigurasi yang sama sebelum balapan.
Perbedaan setelan sayap depan pada kedua mobil Ferrari turut memengaruhi kenyamanan berkendara. Hamilton merasa mobilnya kekurangan cengkeraman bagian depan ketika memasuki tikungan, terutama saat kecepatan rendah.
Dua Stint Awal Membuat Hamilton Kehilangan Waktu
Hamilton sempat bersaing dengan para pembalap depan setelah start. Namun, sepanjang dua stint pertama ia kesulitan menjaga mobil tetap mengikuti jalur tikungan.
Ban depan cenderung meluncur melebar, kondisi yang dikenal sebagai understeer.
Masalah itu paling terasa di Tikungan 1, 11, 13, dan 15. Hamilton harus mengurangi kecepatan saat berbelok, sementara para pesaing mampu menjauh.
“Masalah terbesar saya adalah keseimbangan mobil,” kata Hamilton, dikutip dari laman Formula 1.
Hamilton juga menyebut kondisi ban saat start membuatnya lebih sulit mempertahankan performa pada stint pembuka.
Ia memulai balapan dengan ban lunak bekas, berbeda dengan beberapa pembalap di depannya yang memiliki ban lebih segar. Hamilton memperkirakan kondisi tersebut membuatnya kehilangan sekitar dua detik selama stint pertama.
Hamilton juga mengatakan pilihannya menyiapkan dua set ban medium ternyata kurang tepat. Setelah balapan, ia menilai dua set ban keras akan lebih membantu karena kompon tersebut menunjukkan performa lebih baik.
Ferrari menjalankan strategi dua kali pit stop untuk Hamilton. Tim melakukan pergantian ban dengan baik, tetapi masalah keseimbangan tidak langsung selesai.
Perbaikan Setelan Ferrari Datang Terlambat
Hamilton mencoba memperbaiki respons bagian depan mobil saat pit stop. Ferrari menambah pengaturan sayap depan empat tingkat pada pemberhentian pertama, lalu empat tingkat lagi pada pemberhentian kedua.
Meski perubahan itu membantu, Hamilton menilai mobilnya masih membutuhkan penyesuaian tambahan. Ia baru merasakan keseimbangan yang lebih baik pada stint terakhir, setelah kehilangan banyak waktu pada fase sebelumnya.
Dengan mobil yang lebih mudah dikendalikan, Hamilton memperkecil jarak dari Verstappen dalam perebutan posisi ketiga. Namun, Virtual Safety Car menjelang akhir balapan ikut membatasi kesempatan untuk menyerang.
Intervensi tersebut muncul setelah Valtteri Bottas menghentikan mobil Cadillac di tepi lintasan. Balapan kemudian berlanjut, tetapi waktu Hamilton untuk mengejar podium sudah sangat terbatas.
Hamilton melintasi garis finis di posisi keempat, 18,515 detik di belakang Antonelli. Verstappen finis 17,485 detik di belakang pemenang. Selisih mereka hanya 1,030 detik.
Baca Juga: Kimi Antonelli Bisa Kunci Gelar F1 2026 di GP Amerika Serikat, Ini Syaratnya
Leclerc berhasil finis kedua dengan mobil Ferrari yang memiliki pengaturan keseimbangan berbeda. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ferrari memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan, meski Hamilton tidak dapat memanfaatkannya sejak awal balapan.
Hamilton Kini Hanya Satu Poin di Belakang Russell
Posisi keempat memberi Hamilton 12 poin tambahan. Ia kini menempati urutan ketiga klasemen pembalap dengan 241 poin, hanya satu angka di belakang George Russell.
Verstappen berada di posisi keempat dengan 236 poin, disusul Leclerc dengan 233 poin. Jarak yang rapat membuat setiap hasil balapan berikutnya penting dalam perebutan posisi kedua klasemen.
Hamilton menganggap persoalan setelan mobil sebagai pekerjaan yang harus ia selesaikan bersama Ferrari. Ia melihat peluang memperbaiki hasil jika tim lebih cepat menemukan keseimbangan mobil sejak latihan, bukan setelah balapan berjalan.
Seri berikutnya berlangsung di Meksiko pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. GP Meksiko menjadi kesempatan bagi Hamilton dan Ferrari untuk memperbaiki pendekatan setelan yang belum bekerja optimal di Austin.






