Beranda MotoGP Ducati Akui Tiga Seri Terakhir Lebih Cocok untuk Aprilia

Ducati Akui Tiga Seri Terakhir Lebih Cocok untuk Aprilia

Ducati menilai tiga dari empat seri terakhir MotoGP 2026 berpotensi lebih menguntungkan Aprilia. Namun, Tardozzi tetap percaya kepada Marc Marquez.

Pria berambut putih mengenakan seragam merah Ducati Lenovo Team di area tim balap
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi.

Bulatan Sport – Ducati mengakui Aprilia berpotensi lebih kuat pada tiga dari empat seri terakhir MotoGP 2026. Penilaian itu disampaikan manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, ketika persaingan gelar dunia antara Marc Marquez dan Jorge Martin semakin ketat.

Marquez masih memimpin klasemen dengan 365 poin, unggul 10 angka atas Martin yang membela Aprilia Racing. Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 315 poin.

Meski melihat Aprilia sebagai ancaman serius, Tardozzi tidak kehilangan kepercayaan terhadap Marquez. Ia memperkirakan pembalap Spanyol itu akan tetap berusaha meraih kemenangan, bukan sekadar menjaga selisih poin.

Tardozzi Prediksi Aprilia Lebih Kuat di Tiga Seri

Mengutip laman resmi MotoGP, Tardozzi menilai karakter sebagian besar balapan tersisa lebih menguntungkan Aprilia dibandingkan Ducati.

Menurutnya, dari empat seri terakhir, ada tiga balapan yang berpotensi lebih cocok bagi motor Aprilia. Ducati diperkirakan memiliki keunggulan kecepatan pada satu seri lainnya.

Namun, Tardozzi tidak merinci tiga sirkuit yang menurutnya akan lebih menguntungkan Aprilia.

Penilaian tersebut juga bukan berarti Ducati sudah menyerah dalam perebutan gelar dunia.

Tardozzi justru menegaskan bahwa keberadaan Marquez menjadi alasan timnya tetap tenang. Pengalaman dan kemampuan pembalap bernomor 93 itu dinilai penting untuk menghadapi tekanan pada akhir musim.

Kepercayaan tersebut muncul setelah Marquez mengambil alih pimpinan klasemen dari Martin pada rangkaian GP Australia di Phillip Island.

GP Australia Mengubah Persaingan Gelar

Sebelum GP Australia, Marquez hanya tertinggal dua poin dari Martin. Keduanya kemudian bersaing ketat dalam Sprint pada Sabtu (24/10/2026).

Martin sempat memberikan tekanan kepada Marquez dalam perebutan posisi terdepan. Namun, pembalap Aprilia itu terjatuh di Tikungan 8 pada lap kedelapan.

Kecelakaan tersebut membuat Martin gagal meraih poin. Ia juga mengalami patah tulang pada bagian dekat pergelangan tangan kanannya.

Sementara itu, Marquez berhasil menyelesaikan Sprint dan mengumpulkan poin yang cukup untuk mengambil alih posisi pertama klasemen.

Balapan utama yang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026) kemudian dibatalkan karena kondisi cuaca menghalangi operasional helikopter medis.

Akibat pembatalan itu, Marquez tidak memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan lewat balapan utama. Martin pun tetap berada dalam jarak 10 poin dari pemimpin klasemen.

Baca Juga: Jorge Martin Dipuji Berani Melawan Marquez, tetapi Dinilai Terlalu Memaksa

Bezzecchi Juga Menjadi Ancaman bagi Ducati

Selain Martin, Tardozzi menilai Marco Bezzecchi belum bisa dicoret dari persaingan gelar.

Bezzecchi memang tertinggal 50 poin dari Marquez. Namun, selisih itu masih mungkin dikejar karena empat putaran terakhir menyediakan banyak kesempatan mengumpulkan poin.

Tardozzi bahkan menilai Bezzecchi memiliki kemampuan untuk memenangkan setiap balapan yang tersisa.

Penampilan Aprilia di Australia menjadi salah satu alasan penilaian tersebut. Dalam kondisi lintasan kering, Bezzecchi menunjukkan kecepatan yang baik meski harus berjuang dari posisi start yang kurang menguntungkan.

Ia mampu naik ke posisi keempat dalam Sprint setelah memulai balapan dari barisan belakang rombongan pembalap terdepan.

Menurut Tardozzi, Aprilia sebenarnya mempunyai peluang besar di Phillip Island. Namun, kecelakaan Martin dan pembatalan balapan utama membuat potensi tersebut tidak menghasilkan poin sebanyak yang diharapkan.

Bagi Ducati, kekuatan Aprilia tidak hanya bergantung pada satu pembalap. Martin dan Bezzecchi sama-sama mampu memberikan tekanan kepada Marquez sampai akhir musim.

Kondisi Jorge Martin Menjadi Penentu

Meski Aprilia dinilai memiliki motor yang cocok untuk sebagian besar balapan tersisa, kondisi fisik Martin menjadi persoalan tersendiri.

Martin mengalami cedera setelah kecelakaan pada Sprint GP Australia. Ia berusaha memulihkan kondisi menjelang GP Malaysia di Sepang.

Keikutsertaannya masih bergantung pada pemeriksaan medis. Karena itu, belum ada jaminan ia dapat tampil dengan kemampuan terbaiknya pada akhir pekan ini.

Tardozzi mengakui bahwa kondisi Martin bisa memengaruhi arah perebutan gelar.

Ia menilai GP Malaysia dan Qatar akan menjadi kesempatan untuk melihat seberapa kompetitif Martin setelah mengalami cedera.

Bahkan jika Martin kembali membalap, kemampuannya menjalani sesi latihan, kualifikasi, Sprint, dan balapan utama tetap perlu diperhatikan.

Situasi itu memberi Marquez keuntungan dalam persaingan poin. Namun, Ducati tidak bisa menganggap keunggulan tersebut sudah cukup untuk memastikan gelar.

Empat Seri Penentu Gelar MotoGP 2026

MotoGP 2026 masih menyisakan empat putaran, yaitu Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia.

GP Malaysia berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November. Setelah itu, jadwal berlanjut ke Qatar pada 6-8 November, Portugal pada 20-22 November, dan Valencia pada 27-29 November.

Setiap akhir pekan menyediakan poin dari Sprint dan balapan utama. Karena itu, selisih 10 poin antara Marquez dan Martin masih sangat mungkin berubah.

Baca Juga: Marc Marquez Enggan Gunakan Pengaruh Media untuk Serang Rival

Tardozzi memperkirakan Marquez akan tetap menyerang dalam empat putaran tersebut. Ia percaya pembalap Ducati itu masih bisa menunjukkan penampilan yang lebih baik dibandingkan balapan sebelumnya.

Ducati menyadari Aprilia berpotensi lebih cepat di beberapa sirkuit. Namun, peluang mempertahankan gelar tetap berada di tangan Marquez selama ia mampu memanfaatkan keunggulan poin dan menjaga hasil balapan.

Empat seri terakhir kini menjadi ujian bagi kedua pabrikan: Aprilia berusaha mengubah kecepatan motornya menjadi kemenangan, sementara Ducati mengandalkan konsistensi Marquez untuk mempertahankan posisi teratas klasemen.