Bulatan Sport – Jose Mourinho berhasil membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 pada pertandingan El Clasico di Spotify Camp Nou, Minggu (25/10/2026). Dua gol Kylian Mbappe memastikan kemenangan Madrid sekaligus menghentikan sembilan kemenangan beruntun Barcelona di Liga Spanyol 2026/2027.
Barcelona sebenarnya lebih banyak menguasai bola sepanjang pertandingan. Namun, Madrid mampu menciptakan peluang berbahaya ketika mendapatkan kesempatan menyerang.
Kemenangan tersebut tidak lepas dari keputusan Mourinho dalam mengatur permainan. Ia meminta pemain Madrid tetap berani menyerang meski Barcelona terus memberikan tekanan. Pergantian pemain pada babak kedua juga membantu Madrid mencetak gol kemenangan.
Mourinho Meminta Madrid Berani Memainkan Bola
Barcelona berusaha mengganggu permainan Madrid sejak awal pertandingan. Para pemain tuan rumah langsung mendekati lawan untuk merebut bola ketika Madrid mencoba memulai serangan dari pertahanan sendiri.
Namun, Madrid tidak selalu membuang bola jauh ketika mendapat tekanan. Mereka tetap berusaha mengoper kepada rekan setim untuk membawa permainan ke depan.
Bernardo Silva mendapat tugas penting di lini tengah. Ia membantu Madrid mengalirkan bola ketika pemain Barcelona berusaha menutup jalur umpan.
Federico Valverde juga memiliki peran besar. Meski bermain sebagai bek kanan, ia beberapa kali membantu Madrid memulai serangan. Pergerakannya memberikan pilihan tambahan ketika rekan setimnya kesulitan mencari pemain yang bebas.
Madrid juga memanfaatkan kecepatan para pemain di sisi lapangan. Marc Cucurella dan Yan Diomande beberapa kali terlibat dalam serangan yang merepotkan pertahanan Barcelona.
Salah satunya menghasilkan gol pada menit ke-41. Diomande mengirim bola ke depan gawang, lalu Gerard Martin berusaha melakukan sapuan. Namun, bola justru mengenai paha Mbappe dan masuk ke gawang Barcelona.
Baca Juga: Dua Gol Mbappe Bawa Real Madrid Menang 2-1, Barcelona Kalah Perdana
Madrid hampir menambah gol sebelum turun minum. Diomande sempat lolos dari kawalan pemain Barcelona dan berhadapan dengan Joan Garcia. Sayangnya, tembakan pemain Madrid itu hanya mengenai sisi luar jaring.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Madrid Tetap Berbahaya Meski Barcelona Menguasai Bola
Barcelona meningkatkan serangan setelah turun minum. Para pemain tuan rumah lebih sering membawa bola ke wilayah pertahanan Madrid untuk mencari gol penyeimbang.
Menghadapi situasi tersebut, pemain Madrid beberapa kali mundur membantu pertahanan. Mereka berusaha menghalangi jalan pemain Barcelona menuju gawang Andriy Lunin.
Namun, Madrid tidak hanya bertahan. Setiap kali berhasil merebut bola, mereka mencoba bergerak cepat ke depan sebelum pemain Barcelona kembali ke posisinya.
Barcelona akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-61. Pedri memberikan umpan kepada Raphinha yang kemudian melepaskan tembakan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat Barcelona semakin percaya diri. Gerard Martin hampir mencetak gol berikutnya melalui sundulan, tetapi Lunin melakukan penyelamatan penting.
Baca Juga: Courtois Absen di El Clasico karena Flu, Lunin Jadi Starter
Mourinho tetap mempertahankan pendekatan permainannya meskipun Barcelona terus menyerang. Madrid berusaha menjaga pertahanan sambil menunggu kesempatan untuk kembali mengancam.
Hasilnya terlihat menjelang akhir pertandingan ketika perubahan pemain yang dilakukan Mourinho membantu Madrid mencetak gol kedua.
Keputusan Memasukkan Camavinga Jadi Pembeda
Salah satu keputusan penting Mourinho terjadi pada menit ke-80. Ia menarik Bernardo Silva dan memasukkan Eduardo Camavinga.
Pergantian itu memberikan tenaga baru di lini tengah Madrid. Camavinga mampu membantu pertahanan sekaligus bergerak cepat ketika timnya mendapatkan kesempatan menyerang.
Mourinho menjelaskan bahwa pemain Barcelona biasanya sudah siap mengawasi pergerakan penyerang lawan. Karena itu, Madrid membutuhkan pemain tengah yang bisa tiba-tiba berlari menuju kotak penalti.
Cara tersebut membuat pertahanan Barcelona harus menghadapi pemain tambahan yang datang dari belakang.
Pada menit ke-87, keputusan itu membuahkan hasil.
Jude Bellingham berhasil melewati sejumlah pemain Barcelona sebelum mengoper kepada Arda Guler. Guler kemudian meneruskan bola kepada Camavinga yang bergerak menuju sisi kanan kotak penalti.
Camavinga melewati Pau Cubarsi dan memberikan umpan mendatar ke depan gawang. Mbappe yang sudah berada dalam posisi tepat langsung menyambut bola untuk mencetak gol keduanya.
Madrid kembali unggul 2-1 ketika pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit.
Baca Juga: Rekor Mbappe Lawan Barcelona: 12 Gol, tetapi Madrid Baru Sekali Menang
Seusai pertandingan, Mourinho menjelaskan bahwa pergerakan Camavinga menjadi salah satu faktor penting kemenangan timnya. Pemain yang datang dari lini tengah lebih sulit diantisipasi dibandingkan penyerang yang terus berada dekat bek lawan.
Mourinho juga memuji para pemain Madrid yang tetap tenang ketika Barcelona menyamakan skor. Menurutnya, keberanian pemain dalam menghadapi tekanan menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut.
Kemenangan Madrid Membuat Persaingan Semakin Ketat
Kemenangan di Camp Nou memberikan tiga poin penting bagi Real Madrid. Tim asuhan Mourinho kini mengumpulkan 24 poin dan hanya tertinggal tiga angka dari Barcelona.
Barcelona masih memimpin klasemen Liga Spanyol dengan 27 poin. Namun, kekalahan dari Madrid mengakhiri catatan sempurna mereka setelah memenangi sembilan pertandingan sebelumnya.
Bagi Madrid, hasil El Clasico menjadi bukti bahwa mereka mampu menghadapi Barcelona meskipun tidak lebih banyak menguasai bola. Para pemain berhasil memanfaatkan peluang, sedangkan pergantian Camavinga membantu menentukan hasil pertandingan.
Madrid selanjutnya akan menghadapi Racing Santander pada Minggu (1/11/2026).






