Beranda Bola Liga Inggris Manchester United Terpuruk, Pertahanan Rapuh dan Serangan Tumpul

Manchester United Terpuruk, Pertahanan Rapuh dan Serangan Tumpul

Manchester United belum menang dalam delapan pertandingan di semua ajang. Masalah pertahanan dan serangan membuat posisi mereka terpuruk.

Michael Carrick berdiri dengan tangan terlipat di tepi lapangan
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Foto: MU FC)

Bulatan Sport – Manchester United terpuruk pada awal musim Liga Inggris 2026/2027. Setelah kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, Minggu (25/10/2026), tim asuhan Michael Carrick kini melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Kondisi itu terlihat pada angka klasemen dan permainan. United kesulitan mencetak gol meski sering menembak, sementara kesalahan bertahan memberi lawan peluang besar. Perubahan susunan pemain juga belum mampu menghentikan penurunan hasil.

Tujuh Poin dari Delapan Laga

United baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan Liga Inggris: satu kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Mereka menempati peringkat ke-16, hanya satu poin di atas zona degradasi.

Kemenangan terakhir United di liga datang pada 30 Agustus ketika mereka mengalahkan Ipswich Town 5-2. Setelah itu, tidak ada lagi tiga poin penuh. Perolehan tujuh poin menjadi catatan terendah mereka setelah delapan laga liga sejak musim 1986/1987.

Baca Juga: Manchester United Kalah 0-3 dari Bournemouth, Delapan Laga Tanpa Menang

Perubahan tersebut terasa tajam dibanding musim sebelumnya. United menutup Liga Inggris 2025/2026 di posisi ketiga, tetapi kini harus melihat papan bawah. Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions pada Rabu (21/10/2026) turut memperpanjang masa sulit di luar kompetisi domestik.

Pertahanan Kehilangan Kendali pada Momen Penting

Bournemouth tidak membutuhkan banyak waktu untuk menghukum kesalahan United. Pada menit ke-38, pelanggaran Ayden Heaven menghasilkan tendangan bebas. Justin Kluivert mengirim bola ke tiang jauh, tempat Rayan berdiri bebas untuk mencetak gol pembuka.

Lima menit berikutnya, Leny Yoro terpeleset saat menghadapi tekanan. Adrien Truffert mengambil bola dan memberi umpan kepada Marcus Tavernier. United masuk ruang ganti dengan ketertinggalan dua gol.

Pada menit ke-71, umpan panjang Lewis Cook kembali membuka pertahanan tuan rumah. Kiper Senne Lammens maju mengejar bola, tetapi Evanilson sampai lebih dahulu dan mencetak gol ketiga dari sudut sempit.

Baca Juga: Como Hajar Manchester United 4-1, Fabregas Ingatkan Pemain Jangan Cepat Puas

Dua pertandingan melawan Como dan Bournemouth menghasilkan tujuh gol yang masuk ke gawang United. Persoalan intensitas juga muncul sebelumnya.

Dalam tujuh laga liga pertama, United kalah jarak tempuh dari lawan pada enam pertandingan. Data itu memperlihatkan tantangan fisik yang menyertai masalah menjaga ruang, meski bukan bukti tunggal penyebab gol yang mereka terima.

Banyak Tembakan Belum Berarti Serangan Tajam

Saat menjamu Bournemouth, United melepaskan 17 tembakan tanpa mencetak gol. Bryan Mbeumo sempat memaksa Djordje Petrovic melakukan penyelamatan, tetapi peluang lain tidak memberi tekanan serupa.

Masalah itu bukan hanya terjadi dalam satu laga. Hingga menjelang pekan kedelapan, United menghasilkan tembakan lebih banyak daripada tim lain di liga. Namun, nilai peluang rata-rata per tembakan justru termasuk yang terendah.

Artinya, banyak upaya datang dari posisi yang kurang menguntungkan. Umpan silang dan tembakan dari luar kotak belum cukup mengubah keadaan ketika lawan menutup area berbahaya.

Di babak kedua, Diogo Dalot beberapa kali mengirim umpan silang dari sisi kiri. Mason Mount juga mendapat peluang pada masa tambahan waktu, tetapi tembakannya tidak menyulitkan Petrovic. United terus mencoba tanpa menemukan penyelesaian yang mengubah papan skor.

Bournemouth sendiri datang ke Old Trafford setelah mengalahkan AC Milan 3-0 di Liga Europa. Tim asuhan Marco Rose kembali menunjukkan kemampuan melakukan serangan balik cepat dan memanfaatkan kesalahan lawan.

Fernandes Dicadangkan, Kreativitas United Berkurang

Carrick menaruh Bruno Fernandes di bangku cadangan saat menghadapi Bournemouth. Pelatih United menjelaskan bahwa keputusan itu berdasarkan pertimbangan sepak bola. Sang kapten tidak masuk lapangan sampai pertandingan berakhir.

Keputusan tersebut menarik perhatian karena kontribusi Fernandes dalam membangun serangan. Sejak Carrick mulai menangani United pada Januari 2026, Fernandes menciptakan 96 peluang dan menghasilkan 14 assist. Keduanya merupakan angka tertinggi di antara pemain lima liga utama Eropa pada periode tersebut.

Tanpa Fernandes, United juga belum menemukan solusi lain. Di antara sebelas pemain yang memulai laga melawan Bournemouth, hanya Mbeumo yang pernah mencetak gol Liga Inggris bagi United sepanjang tahun kalender 2026.

Carrick mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Matheus Cunha pada jeda, tetapi gol balasan tidak datang.

Jadwal Berikutnya Tak Memberi Banyak Ruang

United akan mengunjungi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026). Setelah itu, mereka dijadwalkan menjamu Aston Villa dan bertandang ke markas Liverpool.

Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris Pekan 8: Man City Tetap di Puncak

Tiga pertandingan tersebut datang saat United membutuhkan kemenangan liga pertamanya sejak akhir Agustus. Carrick harus mencari cara agar tim menciptakan peluang yang lebih baik sekaligus mengurangi kesalahan yang membuat lawan leluasa mencetak gol.