Beranda Bola Liga Italia Fiorentina Terpuruk di Zona Degradasi, Pertahanan Jadi Sorotan

Fiorentina Terpuruk di Zona Degradasi, Pertahanan Jadi Sorotan

Fiorentina berada di zona degradasi setelah delapan laga. Pertahanan menjadi sorotan setelah tim kebobolan 19 gol.

Sebelas pemain Fiorentina mengenakan seragam ungu berpose bersama di lapangan
Fiorentina Terpuruk di Zona Degradasi. (Foto: Facebook Fiorentina)

Bulatan Sport – Fiorentina menjalani awal musim yang berat di Liga Italia 2026/2027. Setelah delapan pertandingan, tim asuhan Paolo Vanoli baru mengumpulkan empat poin dan berada di peringkat ke-18, posisi yang masuk zona degradasi.

Kekalahan 1-2 dari Inter Milan pada Minggu (25/10/2026) memperpanjang catatan buruk Fiorentina menjadi tiga pertandingan tanpa poin. Masalahnya bukan hanya hasil akhir. Fiorentina sudah kebobolan 19 gol, sementara mereka baru mencetak sembilan gol.

Awal Musim yang Sulit bagi Fiorentina

Fiorentina membuka musim dengan kekalahan 0-4 dari AS Roma. Sepekan kemudian, mereka kembali kalah tanpa mencetak gol, kali ini 0-3 dari Frosinone di kandang sendiri.

Kekalahan 1-2 dari Torino pada pertandingan ketiga membuat Fiorentina belum meraih poin. Mereka baru bangkit pada 11 September ketika menang 4-2 di markas Venezia.

Hasil itu belum menjadi awal kebangkitan yang konsisten. Fiorentina kemudian bermain imbang 1-1 melawan Napoli, sebelum kembali kalah dari Genoa, Como, dan Inter.

Dalam tiga kekalahan terakhir, mereka masing-masing takluk 1-2, 1-3, dan 1-2. Fiorentina selalu berhasil mencetak gol, tetapi tetap gagal mendapatkan satu pun poin.

Dari delapan laga, catatan mereka adalah satu kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan. Empat poin tersebut belum cukup untuk membawa Fiorentina keluar dari tiga posisi terbawah.

Pertahanan Menjadi Masalah Terbesar

Fiorentina sudah menerima 19 gol dalam delapan laga, rata-rata lebih dari dua gol setiap pertandingan. Mereka kebobolan setidaknya dua gol pada tujuh pertandingan.

Hanya saat bermain imbang 1-1 dengan Napoli, Fiorentina mampu membatasi lawan menjadi satu gol.

Masalah juga terlihat dalam pertandingan kandang. Dari empat laga di Stadion Artemio Franchi, Fiorentina belum pernah menang. Mereka menelan tiga kekalahan dan sekali imbang, serta kebobolan sembilan gol.

David de Gea masih mampu menghasilkan sejumlah penyelamatan penting. Namun, penampilan seorang penjaga gawang tidak selalu cukup ketika lawan berulang kali mendapatkan peluang.

Fiorentina juga perlu memperbaiki kerja sama saat bertahan. Ketika lawan menyerang, para gelandang harus membantu pemain belakang agar tekanan tidak terus mengarah ke gawang.

Keunggulan atas Inter Hilang pada Menit Akhir

Laga melawan Inter memperlihatkan masalah lain yang belum terselesaikan: menjaga hasil ketika pertandingan hampir selesai.

Fiorentina sempat unggul pada menit ke-65 melalui Alex Jimenez. Setelah itu, Inter meningkatkan tekanan, tetapi De Gea berkali-kali menggagalkan peluang tuan rumah.

Fiorentina lebih banyak bertahan setelah memimpin. Inter terus menyerang, sementara peluang Fiorentina untuk menambah keunggulan tidak menghasilkan gol kedua.

Fiorentina berada di ambang kemenangan sampai memasuki masa tambahan waktu. Namun, Marcus Thuram menyamakan skor pada menit 90+1.

Piotr Zielinski kemudian mencetak gol melalui penalti pada menit 90+8, membuat Fiorentina pulang tanpa poin.

Baca Juga: Hasil Inter Milan vs Fiorentina 2-1, Gol Thuram dan Zielinski Antar Comeback Dramatis

Mengutip ANSA, Vanoli menilai Fiorentina menunjukkan perkembangan dan bermain baik hingga menit ke-90. Ia juga menyebut timnya memiliki peluang untuk mencetak gol kedua saat masih unggul.

Penilaian pelatih itu menunjukkan adanya sisi positif dari permainan Fiorentina. Namun, mereka tetap harus menemukan cara mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir, terutama saat menghadapi tim yang terus menekan.

Laga Melawan Atalanta Jadi Kesempatan Bangkit

Fiorentina akan menjamu Atalanta pada Kamis (29/10/2026) waktu Italia, atau Jumat (30/10/2026) dini hari WIB. Laga pekan kesembilan itu menjadi kesempatan untuk meraih kemenangan kandang pertama musim ini.

Atalanta juga belum tampil stabil. Setelah delapan pertandingan, mereka mengoleksi 10 poin dan berada di urutan ke-11. Namun, Fiorentina tidak bisa menganggap laga tersebut akan mudah hanya karena lawannya juga sedang kesulitan.

Fiorentina perlu memperbaiki pertahanan sekaligus memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Dalam delapan laga, mereka mencetak sembilan gol, angka yang belum sebanding dengan 19 gol yang bersarang di gawang sendiri.

Setelah menghadapi Atalanta, Fiorentina dijadwalkan bertandang ke markas Sassuolo pada 2 November, lalu menjamu Juventus pada 8 November.

Tiga pertandingan itu memberi Fiorentina peluang menambah poin. Namun, untuk keluar dari zona degradasi, mereka perlu mengubah permainan yang sesekali menjanjikan menjadi hasil yang lebih konsisten.