
Bulatan Sport – Como 1907 mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah klub di Liga Champions setelah menghancurkan Lens dengan skor 9-1 pada pekan keempat fase liga 2026/2027. Pertandingan berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Prancis, Rabu (4/11/2026) malam waktu setempat atau Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Anastasios Douvikas menjadi bintang kemenangan Como dengan mencetak tiga gol. Enam gol lainnya dicetak Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli.
Lens hanya mampu membalas melalui Ruben Aguilar saat sudah tertinggal tujuh gol. Kemenangan ini membawa tim asuhan Cesc Fabregas naik ke peringkat keempat fase liga dengan sembilan poin dari empat pertandingan.
Hasil tersebut juga menyamai rekor selisih kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions sejak kompetisi menggunakan format dan nama tersebut pada musim 1992/1993.
Como Unggul Tiga Gol pada Babak Pertama
Lens sebenarnya mendapat peluang lebih dahulu melalui Florian Thauvin pada menit pertama. Namun, tembakannya masih mampu dihentikan kiper Como, Jean Butez.
Como mengambil alih permainan dan membuka keunggulan pada menit ketujuh. Serangan dari situasi sepak pojok pendek menghasilkan umpan silang yang disambut Maximo Perrone. Douvikas bergerak lebih cepat untuk mengarahkan bola ke gawang Lens.
Tuan rumah sempat mendapat hadiah penalti pada menit ke-15 setelah wasit menilai Maxence Caqueret melakukan handball. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit meninjau tayangan VAR.
Como menggandakan keunggulan pada menit ke-32. Douvikas kembali mencetak gol dan membuat Lens semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.
Delapan menit kemudian, Nico Paz menambah gol ketiga bagi tim tamu. Como menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Baca Juga: Prediksi Lens vs Como di Liga Champions: Tuan Rumah Incar Kebangkitan
Enam Gol Tambahan Tercipta pada Babak Kedua
Como tidak mengendurkan serangan setelah jeda. Lucas Da Cunha mencetak gol keempat pada menit ke-47, sebelum Marc-Oliver Kempf memperbesar keunggulan menjadi 5-0 pada awal babak kedua.
Douvikas kemudian melengkapi hat-trick pada menit ke-57. Gol ketiganya membawa Como unggul enam gol saat pertandingan belum memasuki satu jam.
Fabregas melakukan sejumlah pergantian pemain ketika keunggulan timnya sudah jauh. Nico Paz, Da Cunha, dan Luis Milla ditarik keluar pada menit ke-58, sedangkan Douvikas meninggalkan lapangan beberapa menit kemudian.
Pergantian tersebut tidak menghentikan produktivitas Como. Mattia Liberali, yang masuk pada babak kedua, mencetak gol pada menit ke-62 untuk mengubah skor menjadi 7-0.
Lens akhirnya memperkecil ketertinggalan tiga menit berselang. Ruben Aguilar menyambar bola dari situasi sepak pojok dengan tembakan voli yang menaklukkan Butez.
Namun, gol tersebut tidak mengubah dominasi tim tamu. Martin Baturina menambah gol kedelapan Como pada menit ke-69 setelah bekerja sama dengan Liberali.
Matteo Papaccioli melengkapi pesta gol pada masa tambahan babak kedua. Ia menerima umpan terobosan Liberali, lalu menaklukkan kiper Robin Risser. Gol itu sempat dipertanyakan karena dugaan offside, tetapi akhirnya disahkan setelah pemeriksaan VAR.
Como pun memastikan kemenangan 9-1, sementara Lens harus menerima kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri.
Como Samai Rekor Selisih Kemenangan Terbesar
Kemenangan 9-1 atas Lens membuat Como menyamai rekor selisih delapan gol dalam satu pertandingan Liga Champions era modern.
Sebelumnya, Liverpool mengalahkan Besiktas 8-0 pada 2007, sedangkan Real Madrid mencatat kemenangan dengan skor serupa atas Malmo pada 2015.
Como juga menjadi tim kedua yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions sejak 1992/1993. Bayern Munchen lebih dahulu melakukannya ketika mengalahkan Dinamo Zagreb 9-2 pada 2024.
Baca Juga: Como Kalahkan Venezia 1-0, Penalti Lucas Da Cunha Jadi Penentu
Tambahan tiga poin membawa Como mengoleksi sembilan poin dari empat pertandingan. Klub Italia itu naik ke peringkat keempat dan berada dalam persaingan menuju delapan besar fase liga.
Sebaliknya, Lens tetap mengumpulkan tiga poin setelah empat pertandingan. Klub Prancis tersebut menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Liga Champions musim ini.
Pada pertandingan kelima, Como dijadwalkan menjamu AEK Athens pada 24 November 2026. Sementara itu, Lens akan bertandang ke markas RB Leipzig pada tanggal yang sama.




